Salampersaudaraan dari Ranting Sungkai Utara Cabang Lampung Utara 🙏Bantu Subscribe Like dan tunggalkan komentarnya yaa 😁🙏 Salampersaudaraan lurr anti Gabungan stk ngadek jejeg 130views, 21 likes, 1 loves, 0 comments, 0 shares, Facebook Watch Videos from PSHT RAYON KEMU: #psht #pshtpusatmadiun #psht1922 #pshtindonesia Tegolarane ora tego patine. 1 like. Personal blog Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. The actions in this video are performed by professionals or supervised by professionals. Do not attempt. La Partita Di Pallone Perché perchéLa domenica mi lasci sempre solaPer andare a vedere la partitaDi pallonePerché perchéUna volta non ci porti anche meChissà, chissàSe davvero vai a vedere la tua squadraO se invece tu mi lasci con la scusaDel palloneChissà, chissàSe mi dici una bugia o la veritàMa un giorno ti seguiròPerché ho dei dubbiChe non mi fan dormirE se scoprir io potròChe mi vuoi imbrogliarDa mamma ritorneròPerché perchéLa domenica mi lasci sempre solaPer andare a vedere la partitaDi pallonePerché, perchéUna volta non ci porti anche meUna volta non ci porti anche me Partida de Futebol Por quê, por quêNo domingo me deixas sempre sozinhaPara ir a ver a partidaDe futebolPorque, porqueUma vez não me levas tambémQuiçá, quiçáSe é verdade que vai ver o teu timeO se ao contrário tu me deixas com a desculpaDo futebolQuiçá, quiçáSe me dizes uma mentira ou a verdadeMas um dia te seguireiPorque tenho umas duvidasQue não me deixam dormirE se descobrir eu podereiQue queres me tapearPara mamãe voltareiPor quê, por quêNo domingo me deixas sempre sozinhaPara ir a ver a partidaDe futebolPor quê, por quêUma vez não me levas tambémUma vez não me levas também Konsep persaudaraan adalah konsep di mana setiap jiwa yang terikat di dalamnya siap untuk menerima jiwa yang lain apa adanya. Penerimaan jiwa lain apa adanya ini tidak semata-mata menerima tanpa menyadari pentingnya makna dari persaudaraan itu sendiri. Persaudaraan berkaitan dengan bagaimana saling menghargai, menghormati, dan tentu nasihat-menasihati dalam kebaikan dan kebenaran. Jiwa-jiwa yang sudah terikat dalam ikatan Persaudaraan tidak boleh lepas dari prinsip ini. Antara jiwa satu dengan jiwa lain mempunyai kewajiban saling menghamat-hamati, saling menghargai, dan saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kebenaran. Selanjutnya bagaimana wajud nyata persaudaraan itu? Dalam istilah Jawa sebagai salah satu falsafah yang dipegang “Tego Larane Ora Tego Patine” Tega sakitnya tidak akan tega matinya. Jadi … ketika konsep persaudaraan itu sudah melekat dalam jiwa-jiwa, adalah sudah menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan manakala saudaranya berbuat yang tidak baik dan benar. Mengingatkan itu mulai dengan lisan. Apabila masih juga tidak mau mendengarkan, dengan terpaksa prinsip tego larane ora tego patine harus diterapkan. “Dihajar” itu adalah jalan terakhir, jika dengan dihajar itu saudara kita dapat berubah. Namun demikian, menghajar saudara yang tidak mau diluruskan dengan lisan bukanlah tujuan untuk menyakiti. Bagaimana pun konsep ikatan persaudaraan sudah mengikat dalam jiwa-jiwa yang terikat itu. Meskipun kadang kita harus tega “menghajar” hingga terluka, namun kematian persaudaraan kita adalah rasa “kematian” pada diri kita juga. Bagaiman jika diri kita “mati”? Maka tidak mungkin kita rela mati dengan keadaan yang tidak selayaknya. Maka tego larane ora tego patine, akan tetap melekat dalam setiap jiwa Terate. Navigasi pos - Tega larane, ora tega patine. Apa arti pepatah Jawa tersebut? Tega larane, artinya tega sakitnya. Ora tega patine, artinya tidak tega atas kematiannya. Pepatah Jawa tersebut menggambarkan betapa kuatnya persaudaraan di Jawa. Baca Juga 6 Rekomendasi Oleh-Oleh Buku yang Wajib Dibeli Sebelum Pulang dari Kampung Inggris Pare Meskipun kadang bertengkar antara satu dengan yang lainnya, namun ketika ada yang mengalami penderitaan akan datang untuk menolong. Di sisi lain, peribahasa Jawa tersebut juga mewanti-wanti orang Jawa agar tetap menjaga silaturahmi. Sekecil apapun masalah yang terjadi jangan sampai memutus tali silaturahmi. Baca Juga Menikah di Bulan Sapar Apakah Boleh? Ini Penjelasan Primbon Jawa Iman Budhi Santosa dalam buku "Nasihat Hidup Orang Jawa" memberikan contoh yang terkait dengan pepatah Jawa ini. Dua kakak beradik terlibat cekcok karena berebut harta warisan dari orang tua. Cekcok tersebut berkepanjangan dan berujung gugatan ke pengadilan. Baca Juga Pepatah Jawa 'Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe', Ini Arti dan Penjelasannya Sang kakak jatuh sakit. Sang adik lalu membatalkan gugatan ke pengadilan dan memilih menjual harta warisan yang masih dalam sengketa untuk pengotan sang kakak. Menurut Iman Budhi Santosa, kasus tersebut memberikan cerminan bahwa dalam keadaan sehat kakak adik tersebut bisa saja saling bermusuhan. Terkini

tego lorone ora tego patine